Jumat, 17 September 2021

MULTITALENTA


Oleh : Zumrotus Sa'diyah

Saya jatuh cinta kepada gadis anindya

Gadis yang saya jumpai secara tidak sengaja

Baswara, penuh afsun, dan ajun

Caranya berbicara,

Caranya berjalan,

Sungguh ia gadis yang anggun

Saya menyebutnya dengan panggilan si multitalent

Bagaimana tidak?

Setelah saya mengulik kehidupannya,

Saya mengetahui dia begitu sempurna

Untuk dikatakan multitalenta.

Saya benar-benar sudah jatuh hati padanya.

 

ANINDHITA (sempurna)

Oleh: Zumrotus Sa’diyah

 

22 Januari, terlahir bayi kalis

Dari ibu yang sujana.

Ibu berharap Ia menjadi anak yang sanggup menguasai buana.

Dan dituntut menjadi yang sempurna.

Ibu pikir dia apa?

Memang, tanpa ibu ia tidak bisa mndapatkan nirwana.

Tetapi bayi pion itu juga insan biasa

Yang ketika dewasa sudah bisa mengatur jalan hidupnya.


Selasa, 07 September 2021

NOSTALGIA

 Oleh : Zumrotus Sa'diyah

Desember kelabu, itu yang Reyhan katakan pada saat itu. Memang pada bulan itu cuaca tidak menentu seperti bulan Desember tahun lalu. Katanya bulan Desember adalah awal dari segalanya, tapi aku tidak tau maksud dari perkataannya. 

“Ah bodo amat lah,” kataku. Tapi sedikit demi sedikit akan kucari tahu maksud perkataanmu (Reyhan). 

Beberapa hari setelah Reyhan mengatakan itu, Reyhan pun menulis pesan singkat yang isinya seperti memberikanku kode-kode yang seolah-olah harus kupecahkan. Reyhan mengirimkan banyak emoji yang saling terhubung satu sama lain dan memiliki arti tertentu. Aku tahu ini memang aneh, aku tak pernah bertemu sosok seperti ini sebelumnya, tapi nyatanya memang begitu. 

Senja kala berlokasi didepan rumaku Reyhan datang menghampiriku untuk bertanya keadaanku, memastikan aku baik-baik saja.

 “Apa kabar, Rani?” Ucapnya sembari melambaikan tangan.

Akupun menjawab, “Kabar baik.” 

“Oh yaudah, bentar lagi, tunggu ya.” Reyhan menyahut ucapanku dan langsung pergi menjauhiku.

Reyhan pun langsung pergi entah kemana. Didalam hati aku bergumam. “ Dih apaan sih, ga jelas. Males banget.”

Ya, memang obrolan senja kami sangat singkat, sesingkat cewek-cewek berdandan. Aku mencoba mencari tahu kode apalagi yang dia berikan dalam obrolan singkat itu. Mustahil dia bicara padaku tanpa main kode.

Dengan berjalannya waktu aku semakin tertantang memecahkan teka-teki orang misterius itu dan mulai mencari tahu bagaimana kehidupannya. Aku memulainya dengan membuka story whatsapp milik Reyhan. Satu-persatu story whatsapp Reyhan kucermati ternyata ada beberapa yang aku mengerti. Reyhan memposting foto gelas yang awalnya utuh menjadi pecah dan dia mencoba menyatukan pecahan gelas tersebut dengan sebuah lem yang dimana tidak akan mungkin gelas itu menjadi utuh kembali, pasti masih ada kepingan kaca dari gelas itu yang masih berserakan.

Dari sini aku mulai paham bahwa Reyhan sedang tidak baik-baik saja. Hatinya seperti sedang berserakan seperti halnya gelas yang menjadi snap whatsappnya. Aku yang dulunya bodo amat dengan kehidupannya sekarang aku mulai memikirkan Reyhan. bukan hanya memikirkan kehidupannya melainkan masih menyusun kode awal dan mencari kode-kode berikutnya.

Malam ini dan malam-malam berikutnya aku putuskan  menyusun kata demi kata yang pernah keluar dari ucapan Reyhan si misterius itu, dengan pena kesayanganku. Aku belum menemukan jawaban pada hari itu. Ku lanjutkan hari-hari berikutnya dan aku mulai menemukan jawabannya.

Jawabannya adalah “Aku menyukaimu”. Ya, benar sekali. “Aku pikir dia juga menyukaiku.” Dengan sangat percaya diri aku mengatakan itu. Bersamaan dengan aku mencari tahu satu persatu kode tanpa sadar aku juga memikirkan Reyhan. Hebat sekali Reyhan, bisa-bisanya masuk ke dalam pikiranku, tanpa aku sadari ternyata aku sendiri yang terlalu memikirkan semua perkataannya.

“Klunting.” Suara whatsapp masuk dari handphone ku. Aku segera bergegas mengambil handphone ku dan melihat siapakah sosok pengirim pesan itu. Ternyata itu pesan dari Reyhan yang mengomentari snap whatsapp ku.

Dia mengejekku dengan mengirim gambar wajah yang mleyot-mleyot di bawahnya tertulis namaku yang dibuat dengan coretan pensil miliknya.  Aku geram pada saat itu. “Awas aja nanti kalau ketemu bakal aku pukul kau.” Balasku dengan penuh candaan.

Tiap hari Reyhan mengirimkan pesan-pesan singkat yang didalamnya terdapat teka-teki yang bermakna. Masih saja mengirim emoji-emoji yang saling terhubung. Aku heran pada diriku yang saat ini menyukai sosok yang sangat susah dipahami dan penuh dengan teka-teki seperti Reyhan.


Terlihat gravitasi diantara kita seolah saling tarik satu sama lain semacam mengakrab dekatkan. Kau memberi kode-kode rumit dan aku mengejarmu melebihi batas limit. Aku mempelajari setiap lembar cerita yang kau miliki, aku mengamati bagaimana kamu memulai paragraf dalam pembicaraan. Caramu mengatur titik koma, dan mengedepankan kolerasi kata yang nyaman untuk dibicarakan, sampai disitu aku mengerti bahwa ada sesuatu yang mendesak ingin diakui.


Jam menunjukkan pukul 23.00 dan Reyhan masih mempunyai topik pembicaraan yang membuatku semakin menyukainya. Reyhan seperti berusaha membuat aku jatuh cinta padanya tapi memang sebenarnya aku sudah mulai menyukainya. Tapi aku takut kalau ini cuma perasaanku saja yang mengharapkan sosok misterius juga humoris seperti Reyhan yang selalu mengisi hari-hariku dengan memecahkan teka-teki romantismu.

Sudah pukul 00.00 chatting masih berlanjut

“Selamat ulang tahun bray, semoga hari-harimu bahagia ya“

Hari ini, tanggal 22 Juli adalah hari ulang tahunku, ada 3 pesan masuk pada waktu itu, 2 pesan itu dari sahabatku dan 1 pesan dari Reyhan yang mengucapkan selamat ulang tahun untukku.

Semoga dihari ulang tahunku ini aku mendapatkan kebahagiaan seperti yang Reyhan katakan. Membalas pesan satu-persatu dengan mengatakan terimakasih. Aku membalas pesan Reyhan terakhir dari 2 orang temanku dan aku juga mengucapkan terimakasih kepada Reyhan. "Thanks Rey."

“Makasih juga telah menjadi alasanku bahagia,“  ucapmu.

Aku menjawab, “Bahagia? Lo bahagia kenapa, Rey?

“Bahagia menjadi temanmu, dan akan lebih bahagia jika kamu menjadi kekasihku,“ cetus Reyhan.

Ah bagaimana aku bisa tidur kalau gini, Reyhan membuatku susah tidur saja, tapi gimana cara jawabnya? aku benar-benar bingung, gumamku dalam hati.

Aku mengejeknya. “Kutuk jadi batu kau ya, berani-beraninya bercanda seperti itu.”

5 menit kemudian barulah dia membalas pesanku

“T-tapi aku serius, gimana dong?”

“Gimana apanya?

“Ya, kamu mau nggak kalau kita jalani saja dulu? Kalau nggak mau nanti aku paksa.”

“Kalau aku jawab mau kamu jangan rol depan ya, kasian nanti capek, udah malam juga nanti malah dikira kesurupan, hahaha. Yaudah aku tidur dulu ya.”

Sebelum tidur tak lupa Reyhan mengucapkan selamat malam kepadaku  yang katanya pacar barunya, hahahaha.

“Good night Rani, Sweet dream”

 Ucapannya yang manis menjadi pengantar tidurku yang paling romantis.

Hari-hari berlalu dengan sangat bahagia, menatap wajahnya seakan tidak ada beban yang dia rasakan ketika bersamaku. Kita menghabiskan waktu dengan kebahagiaan, tertawa bersama merancang masa depan, seakan dunia hanya milik mereka yang sedang jatuh cinta.

Reyhan menatapku, aku menatapnya, kita saling tatap dan Reyhan berjanji akan menetap.

39 hari setelah itu kami jarang contact apalagi bertemu, karena memang aku yang jarang ada waktu untuknya. Saat ini aku sedang sibuk mengerjakan tugas yang tiada henti mengalir setiap hari seperti air pegunungan yang murni dan Reyhan pun memakluminya.

Ucapan semangat dari Reyhan selalu menyertaiku setiap hari tanpa henti. Ketakutanku jika Reyhan mulai bosan dengan keadaan yang memaksa untuk berada di titik sekarang. Dengan santainya kamu menjawab, “Semua akan baik-baik saja.”

Hari-hari berlalu percakapan mulai singkat, aku berusaha membuat keadaan tetap berada di posisi ternyaman miliknya dulu. Tapi aku merasa Reyhan sudah mulai bosan dengan keadaan sekarang. Aku takut Reyhan sudah mempersiapkan penggantiku yang lebih banyak meluangkan waktu untuknya.

Aku memiliki sebuah kejanggalan disini. Maulida sahabatku memposting sebuah foto sepasang kaki yang bersepatu, badan dari kaki tersebut seperti sedang duduk diatas kursi depan Maulida. Sepatu yang Maulida posting mirip dengan sepatunya Reyhan. “Mungkin hanya mirip lah, Pabrik gak mungkin memproduksi satu barang saja," kataku. Tapi, letak kejanggalannya ketika Maulida menghapus postingannya setelah aku melihatnya.

Ditengah obrolan whatsapp yang singkat Reyhan masih bisa membuatku tertawa lepas tanpa ingat kalau tadi pusing karena tugas. Sampai pada suatu hari tanpa memikirkan perasaanku, Reyhan datang kerumahku untuk memutuskan hubungannya denganku tanpa aku tahu alasan darinya. Dan itu bertepatan pada bulan Desember tahun ini. Semua kode sudah terpecahkan, semua sudah terselesaikan. Memang benar kata Reyhan bulan Desember kelabu. Peristiwa ini seperti semua sudah Reyhan rancang dari satu tahun yang lalu.


Aku tidak akan lupa bagaimana dia mengajariku bahagia, hingga  kini mengajariku berduka. Aku tidak akan lupa bagaimana dia mengajariku ramai hingga kini mengajariku sepi. Aku tidak akan lupa dia mengajariku seutuhnya hingga kini mengajariku sebutuhnya.


Yang aku takutkan kini terjadi. Mencoba ikhlas walaupun harapanku menjadi pasangan hidup Reyhan kini kandas. Aku pun sadar kalau memang ini salahku yang tidak bisa meluangkan banyak waktu untuknya. Aku mencari tahu alasan Reyhan dengan selalu mengartikan semua postingan barumu dan ternyata kamu lagi dekat dengan Maulida sahabatku.

Saat aku sibuk mengerjakan tugas sekolahku Reyhan mencaritahu kabarku dengan menanyakan sahabatku Maulida. Cukup tau saja, mungkin sepatu itu benar milik Reyhan. Mau menyalahkan siapa aku juga tidak tahu, Sebab ini memang salahku yang jarang memberi kabar untuk Reyhan hingga kini Reyhan jatuh kepelukan sahabatku. Tidak akan ada yang bisa menyalahkan sebuah rasa yang memang datangnya secara tiba-tiba kepada Reyhan dan temanku. Iya, temanku.

Senja yang aku banggakan telah hilang, indah namun sesaat.

 

Penasaran dengan kelanjutan kisah Rani? Ikuti terus update ceritanya yuk



Baca Juga : Gadis galau dan playboy tampan

FILANTROPI

 

Oleh: CAA

Lupa lokasi di bulan Mei

Gadis kilometer sebelah menarik memori

Kedua remaja itu sudah memadu janji

Janji tak sampai mati, mati jangan sampai berjanji

Apa aku yang keliru?

Atau aku yang tak sanggup mengimbangi?

Hingga gadisku lepas dari jangkauan

Rasa ini tumbuh sendirian

Selanjutnya kita asing tak terbaca sejarah

Matamu masih merefleksikan setiap reminisensi

Mengisyaratkan peristiwa tempo dulu

Biar aku mengutarakan jika aku menyukaimu


WABAH MELANDA, KEADILAN KURANG ADA

 

Oleh : Nita Ayu Anggraeni


Hai kaum pembesar, dimana keadilanmu?

Wabah melanda semakin besar

Semakin kurang penanngannya

Hingga terlalu banyak tubuh berjatuhan


Tiada yang mampu menahannya

Engkau para kaum pembesar,

Hanya bisa merasakan gemilang harta,

Diatas penderitaan kami rakyat kecil.


Tangisan menggema dinegriku

Tapi dimana kini keadilanmu?

Kami letih akan tangisan kami

Kami haus akan keadilan


Ketika negeri kita seharusnya,

Tempat untuk pulang Namun sekarang,

Banyak tangisan darah yang merintih

Kehilangan keluarga yang tersayang.


Senin, 06 September 2021

Lockdown

  Oleh : Zumrotus Sa’diyah

Bumiku kini menjadi sunyi

Hampir tak ada suara kendaraan yang dulu menghiasi jalanan

Semua orang kini takut mati

Padahal mati hanya rahasia sang illahi

Mobil ambulance saat ini seperti telah menjadi preman yang menguasai jalanan

Suara kendaraan yang biasanya membuat jalan menjadi ramai

Kini tergantikan dengan suara khas kendaraan baru yang menakutkan itu

                                                Libur panjang…                 

Ini kan yang sebenarnya kamu inginkan?

Sungguh mengerikan…

Menurutmu, sepi itu menyenangkan?

Tugas semakin hari semakin bertambah seperti halnya berita penambahan pasien di televisi itu

Dan ini sungguh mimpi terburukku…

Temanku…

Jangan hilang karena ini ya…

Aku masih membutuhkanmu dikala kesedihanku

Membutuhkanmu untuk menghiburku

                                                                                                                       

Cara Milenial Mengatasi Kesulitan Ekonomi Saat Pandemi Corona

Oleh : Zumrotus Sa’diyah

Di masa pandemi Corona seperti sekarang, tentu setiap orang meski geraknya cukup dibatasi karena adanya PSBB dan juga pembatasan kegiatan lain. Kamu juga pasti mengetahui bahwa, ekonomi semakin sulit sejak munculnya Covid-19 yang mematikan. Namun hal ini bukan jadi sesuatu yang membatasi gerak kamu untuk mendapatkan penghasilan.


Salah satunya untuk para milenial yang tetap harus bertahan di tengah pandemi dengan berbagai hal yang bisa dilakukan. Milenial merupakan sekelompok orang atau dikenal dengan generasi Y, yang lahir di kisaran tahun 1980 sampai 2000-an. Generasi ini mendominasi populasi di Indonesia dengan persentase 34%. Generasi ini punya ciri khas yaitu kecanduan terhadap internet lebih tinggi dan menyukai transaksi non tunai. 


Selain itu generasi ini juga sangat suka yang namanya kegiatan berwisata atau liburan. Tidak heran mengapa di zaman sekarang, sosial media isinya banyak tempat-tempat liburan bagus yang dikunjungi oleh para anak muda. Nah kembali ke topik utama, karena milenial punya populasi yang cukup besar di dunia salah satunya Indonesia, di masa pandemi bagaimana cara para anak muda ini untuk tetap bertahan di himpitan ekonomi? 


Ternyata ada banyak sekali hal-hal yang bisa dilakukan oleh para generasi Y ini untuk mendapatkan pendapatan. Karena di masa pandemi ada cukup banyak generasi milenial yang mungkin terkena PHK oleh perusahaan. Tapi hal ini tidak menyurutkan langkah milenial untuk tetap bertumbuh dan mengepakkan sayapnya demi perekonomian keluarga yang lebih baik. 


Pertama, bagi kamu yang lulusan sarjana pendidikan bisa membuka les privat bagi anak-anak yang memang setiap harinya berada di rumah selama pandemi. Guru privat dinilai cukup laku di masa pandemi seperti ini, ketika pemerintah menerapkan belajar di rumah bahkan masih berlanjut di tahun 2021 ini. Nah, bagi orang tua yang meskipun bekerja di rumah karena adanya WFH tentu tetap tidak punya waktu untuk membantu anaknya belajar.


Maka dari itu diperlukan guru privat untuk membantu meringankan beban orang tua, agar anak tetap bisa menguasai pelajaran atau materi dari sekolah online. Namun sebaiknya, ketika kamu menjadi seorang guru privat tetap harus mengikuti protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah. Jika memang tidak bisa melakukan kegiatan tatap muka, maka kamu harus menyiapkan materi dulu untuk pembelajaran online.


Kedua, siapa bilang usaha kuliner di masa pandemi malah akan membuat rugi? Hal tersebut adalah pernyataan yang salah. mungkin di masa pandemi ini banyak warung-warung yang membatasi jam operasionalnya. Namun usaha kuliner yang kamu buat tentu bisa dilakukan secara online tanpa harus memiliki gerai ataupun toko. Tentu hal ini semakin bisa menghemat budget karena tidak perlu menyewa tempat atau memiliki tempat sendiri. Usaha kuliner yang bisa kamu pilih juga beragam jenisnya. Mulai dari makanan khas daerah, makanan viral kekinian cukup mudah diterima oleh masyarakat karena model masyarakat yang memang mudah sekali tertarik oleh suatu hal yang baru. 


Kamu juga bisa membuat usaha makanan tradisional yang tidak pernah tergerus oleh waktu. Jangan salah, karena makanan-makanan tradisional punya peminatnya tersendiri baik dari kalangan orang tua hingga anak muda yang kangen masa kecil. Dari hal ini, sebagai milenial yang kreatif kamu tentu harus punya strategi dalam pemilihan usaha. Semakin unik biasanya semakin banyak peminatnya.


Usaha kuliner juga harus dibarengi dengan strategi oke. Kreativitas kamu juga semakin dituntut dalam hal ini dengan melakukan pemasaran ke berbagai jejaring sosial. Sejak tahun 2020 kemarin, di mana aktivitas orang-orang banyak dilakukan di aplikasi Tiktok. Ternyata aplikasi ini, menjadi media pemasaran yang sangat bagus di masa pandemi. Tinggal bagaimana kreativitas kamu bisa dimanfaatkan untuk membuat video-video menarik yang bisa diunggah ke Tiktok. Selain, Tiktok kamu masih bisa mengandalkan platform Instagram yang dinilai masih cukup potensial untuk media pemasaran. 


Hal lain yang bisa kaum milenial lakukan untuk menghadapi permasalahan ekonomi di masa pandemi tentu masih  seputaran jasa. Apalagi jika kamu punya satu spesialisasi keahlian, maka kemampuan tersebut bisa kamu jual ke orang-orang yang membutuhkan. Misalnya saja kamu punya kalian fotografi. Meski di masa pandemi seperti ini fotografer tetap dibutuhkan oleh orang-orang yang ingin menggelar prewedding. Tidak boleh menggelar resepsi bukan berarti tidak melakukan foto pre-wed, maka dari itu keahlian fotografer kamu bisa dicoba untuk menjual jasa foto. Mungkin awalnya kamu belum dikenal oleh banyak masyarakat, namun seiring berjalannya waktu dan portofolio yang kamu buat di media sosial tentu pasti ada saja yang akan melirik. 


Apalagi sebagai pemula di bidang jasa fotografi, kamu bisa menghadapi persaingan di antara para profesional yang sudah lebih dulu terjun ke bidang ini dengan memberikan diskon. Kamu harus punya prinsip yaitu yang penting jasa kamu dipakai terlebih dahulu. Nanti jika orang sudah mengetahui kualitas dari foto yang kamu hasilkan, orang tidak akan segan untuk membayar jasa sesuai dengan kualitas kamu. 


Kalau kamu berpikir jasa fotografi adalah bidang usaha yang cukup mahal karena membutuhkan modal kamera profesional, ada satu lagi jasa yang bisa kamu tawarkan dengan modal yang kecil bahkan tanpa modal. Jasa tersebut adalah jasa penulis. Para warga milenial sekalian, tentu punya laptop atau komputer di rumah minimal 1 buah. Sembari mencari pekerjaan baru di masa pandemi, menjual jasa sebagai seorang penulis tentu bisa jadi ladang rezeki baru yang menguntungkan. Yang kamu butuhkan hanya laptop dan juga koneksi internet lancar. Bahkan nih, ada beberapa orang yang mengandalkan handphone platform dan mendapatkan sejumlah pendapatan. Bagaimana caranya? Asah terus skill tulisan kamu, ikuti berbagai webinar mengenai kepenulisan dan jangan malas untuk membaca artikel atau buku bagaimana cara menulis yang baik.  


Selain jasa penulis, kamu milenial bisa mencoba profesi baru yaitu seorang blogger. Blogger adalah pekerjaan yang juga punya hubungan dengan skill menulis. Namun tidak hanya menulis, kamu perlu menyajikan konten yang menarik dengan tambahan berbagai visual supaya blog kamu nantinya memiliki banyak pengunjung.  Ada banyak tema blog yang bisa kamu pilih, mulai dari travel blogger yang suka jalan-jalan lalu dipublikasikan dalam bentuk tulisan. Lalu ada namanya beauty blogger, seseorang yang antusias dengan dunia kecantikan lalu menuangkannya juga lewat tulisan. Blog tutorial juga ada, yang isinya berbagai tutorial bermanfaat bagi masyarakat. 


Atau ada juga blog khusus review produk yang bisa dimanfaatkan untuk memberikan informasi seputar produk kesukaan kamu. Blog review produk biasanya banyak diminati oleh orang-orang, sebelum membeli barang. Bahkan orang-orang merasa terbantu oleh adanya review sebuah produk, agar supaya tidak menyesal nantinya setelah membeli suatu barang. Lalu bagaimana cara mendapatkan keuntungan melalui blog? Tentu ada beberapa sumber pendapatan yang bisa kamu dapatkan. Mulai dari Google Adsense, afiliasi, endorsement, Review produk dan masih banyak lagi tergantung dari ketekunan kamu.


Nah jasa-jasa lainnya yang kini banyak bermunculan dari semakin populer di kalangan milenial adalah desainer dan programmer. Untuk kalangan ini tentu kamu harus punya skill yang mantap di bidangnya. Tidak harus kuliah terlebih dahulu untuk mendalami skill ini. Karena di lapangan ada cukup banyak desainer dan programmer yang hanya mengandalkan ijazah SMA saja tapi punya kualitas atau karya yang bagus dan juga dibarengi dengan bakat hebat. 


Bukan berarti kuliah desainer ataupun jurusan IT tidak penting, karena ilmu yang didapatkan di bangku perkuliahan juga sangat banyak. Untuk kedua jasa ini biasanya, karya yang dihasilkan dihargai dengan sangat layak bahkan terbilang cukup mahal. Tergantung rating dan jam terbang dari orang tersebut. Untuk desainer dan programmer, kamu bisa menjual jasa secara independen. Jadi tidak harus kerja kantoran, kamu bisa menjadi seorang freelancer. Lalu bagaimana bisa mendapatkan job-nya? Tenang saja karena sekarang cukup banyak situs freelancer yang bisa kamu manfaatkan. Mulai dari situs-situs di luar negeri yang membayar kamu dengan dolar dan juga situs dalam negeri. 


Jadi bisa dibilang cukup banyak sumber penghasilan yang bisa kamu dapatkan meski di masa pandemi ini. Yang jelas kamu perlu tekun dan benar-benar memahami apa skill atau bakat yang kamu punya lalu tinggal di kembangkan saja. Masa pandemi bukan berarti mengatasi ruang dan gerak para Milenial.


MULTITALENTA

Oleh : Zumrotus Sa'diyah Saya jatuh cinta kepada gadis anindya Gadis yang saya jumpai secara tidak sengaja Baswara, penuh afsun, dan...